Jumat, 06 Agustus 2010

pengertian dan fungsi motherboard


FUNGSI MOTHERBOARD

Pusat pengendali yang mengatur kerja dari semua komponen yang terpasang padanya.
Mengatur pemberian daya listrik pada setiap komponen PC.
Lalu lintas data semuanya diatur oleh motherboard, mulai dari peranti peyimpanan (harddisk, CD-ROM), peranti masukan data (keyboard, mouse, scanner), atau printer untuk mencetak.

Perkembangan Motherboard

Pada akhir tahun 1980-an dan selama dekade 1990-an, pasar prosesor untuk PC didominasi oleh Intel. Ada beberapa perusahaan prosesor untuk PC, tetapi pengaruh mereka kalah jauh dibanding Intel. Lagi pula rata-rata prosesor buatan mereka masih mengambil desain x86 buatan Intel juga.
Mulai akhir tahun 90-an dan awal tahun 2000, kondisi tersebut berubah. Pasar prosesor tidak lagi terlalu tergantung pada Intel, karena pesaing mereka, AMD, mengeluarkan prosesor K6-2 dan Athlon yang ternyata mampu bersaing dengan prosesor buatan Intel.
Dan di tahun itu pula sebuah industri penghasil chipset asal Taiwan, VIA Technologies, juga telah mampu membuat chipset yang berkualitas dan berharga murah. Para produsen motherboard tidak lagi tergantung pada Intel untuk merancang dan membuat motherboard mereka, sehingga perkembangan teknologi dan desain motherboard mengalami peningkatan yang sangat pesat.
Selain itu, demam overclocking juga turut menyumbangkan peranan dalam perkembangan dunia motherboard. Para produsen motherboard berlomba-lomba mengeluarkan motherboard yang dirancang mampu memberikan tingkat overclock yang tinggi, tapi tetap mampu menjaga kestabilan sistem. Pokoknya, kalau ada motherboard yang tidak bisa digunakan untuk meng-overclock prosesor dan memori, maka hampir dapat dipastikan motherboard tersebut kurang laku di pasaran.

Berikut ini daftar produsen Motherboard :
ASUS
ABIT
ECS
GIGABYTE
MSI

ISTILAH-ISTILAH PADA MOTHERBOARD

1. BIOS

Singkatan dari Basic Input/Output System. Merupakan kumpulan informasi motherboard dan juga merupakan software berisi perintah-perintah dasar. Fungsi utamanya adalah sebagai sarana komunikasi antara sistem operasi dengan hardware yang terpasang pada motherboard.

2. Bus

Istilah yang menyatakan sistem aliran data yang digunakan hardware yang terpasang pada motherboard untuk berkomunikasi dengan prosesor. Satuan yang digunakan biasanya adalah frekuensi (Hertz) atau lebar bit data.

3. Clock Speed

Istilah ini digunakan untuk menyatakan kecepatan dari sebuah prosesor atau komponen lainnya. Angka clock speed didapat dari perkalian multiplier terhadap FSB. Semakin tinggi clock speed, maka semakin tinggi kinerja yang dihasilkan oleh prosesor atau komponen hardware tersebut. Satuan yang digunakan biasanya adalah megahertz (MHz) atau gigahertz (GHz). Biasanya disebut juga sebagai kecepatan eksternal dari sebuah prosesor.

4. FSB

Singkatan dari Front Side Bus, yaitu bus utama yang menghubungkan antara prosesor dengan chipset motherboard. Satuan yang digunakan adalah megahertz (MHz).

5. Heatsink

Komponen yang diletakkan di atas prosesor. Fungsinya adalah menyerap panas yang dihasilkan saat prosesor bekerja. Biasanya sebuah heatsink dilengkapi sebuah kipas untuk menjaga agar suhu prosesor tetap stabil.

6. Overclocking

Suatu teknik yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja prosesor, memori, atau kartu grafis, dengan cara meningkatkan FSB atau clock speed komponen tersebut. Teknik ini memerlukan sebuah system pendingin khusus pada komponen, karena menghasilkan panas berlebih, di mana panas berlebih ini dapat merusak sistem. PC

Selasa, 03 Agustus 2010

MONITOR LCD


Tampilan Kristal Cair (bahasa Inggris: Liquid Crystal Display) juga dikenal sebagai LCD adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan di berbagai bidang misalnya dalam alat-alat elektronik seperti televisi, kalkulator ataupun layar komputer. Kini LCD mendominasi jenis tampilan untuk komputer desktop maupun notebook karena membutuhkan daya listrik yang rendah, bentuknya tipis, mengeluarkan sedikit panas dan beresoulusi tinggi.

Pada LCD berwarna semacam monitor terdapat banyak sekali titik cahaya (piksel) yang terdiri dari satu buah kristal cair sebagai sebuah titik cahaya. Walau disebut sebagai titik cahaya, namun kristal cair ini tidak memancarkan cahaya sendiri. Sumber cahaya di dalam sebuah perangkat LCD adalah lampu neon berwarna putih di bagian belakang susunan kristal cair tadi.

Titik cahaya yang jumlahnya puluhan ribu bahkan jutaan inilah yang membentuk tampilan citra. Kutub kristal cair yang dilewati arus listrik akan berubah karena pengaruh polarisasi medan magnetik yang timbul dan oleh karenanya akan hanya membiarkan beberapa warna diteruskan sedangkan warna lainnya tersaring.

MONITOR CRT


Versi paling awal CRT adalah sebuah dioda katoda-dingin, sebuah modifikasi dari tabung Crookes (lihat sinar-X) dengan layar dilapisi fosfor, kadangkala dipanggil tabung Braun. Versi pertama yang menggunakan kathoda panas dikembangkan oleh J.B. Johnson (yang merupakan asal istilah noise Johnson) dan H.W. Weinhart dari Western Electric dan menjadi produk komersial pada 1922.

Sinar katoda adalah aliran elektron kecepatan tinggi yang dipancarkan dari katoda yang dipanaskan dari sebuah tabung vakum.

Dalam tabung sinar katoda, elektron-elektron secara hati-hati diarahkan menjadi pancaran, dan pancaran ini di"defleksi" oleh medan magnetik untuk men"scan" permukaan di ujung pandan (anode), yang sebaris dengan bahan berfosfor (biasanya berdasar atas logam transisi atau rare earth. Ketika elektron menyentuh material pada layar ini, maka elektron akan menyebabkan timbulnya cahaya.

Secara teori, CRT dan LCD memiliki perbedaan di mana CRT menggunakan elektron yang ditembakkan ke layar sehingga mewarnai menjadi suatu gambar. LCD memiliki cahaya di belakang yang konstan di mana intensitas kecerahan menjadi berbeda karena adanya penutupan/penghalangan dari molekul untuk sinar yang melewati panel.

Senin, 05 April 2010

cari jodoh memang bisa instant

Cari Jodoh, Memang Bisa Instan? 0
Tuesday, September 29, 2009

Untuk mencari jodoh secara terbuka, kini orang sudah tidak malu-malu lagi. Simak saja acara Take Him Out Indonesia, yang disiarkan stasiun televisi Indosiar. Bahkan menurut sebuah lembaga survey (AC Nielsen), acara Take Him Out Indonesia merupakan salah satu program TV terfavorit saat ini di Indonesia.

Yang ada dalam benak saya, orang kok memilih jodoh semudah itu. Bisa instan, cepat dan bahkan bisa langsung bergandengan segala. Padahal saya masih ingat dulu, orang kalau mau cari jodoh susahnya minta ampun. Banyak sekali pertimbangan. Itu pun masih belum tanya sana tanya sini. Tapi sekarang kok bisa, ya?

Tapi kan mereka yang ikut acara itu tidak langsung ke KUA. Iya, betul. Tapi, tayangan yang gencar seperti ini memberikan kesan, bahwa mencari jodoh itu mudah, tidak perlu pertimbangan macam-macam. Yang penting cantik, tampan, penampilan OK dan penghasilan cukup. Titik. Ambil..deh..

Dunia barat memang senang yang serba cepat dan singkat. That’s good. Tapi dalam hal apa dulu. Jangan semuanya mentah-mentah kita buat versi Indonesia-nya. Itu yang mesti kita kritisi. Kalau mencari jodoh mah, ya tidak bisa. Karena kehidupan rumah tangga bukan untuk satu atau dua tahun, lalu bubar. Keluarga yang kita bina adalah untuk selamanya. Bahkan di akhirat nanti pun kita akan ditanya soal yang satu ini. Wuih...ngeri harusnya kita...

Nah, saran saya bagi mereka yang sedang mencari jodoh, siapkan betul-betul kriteria yang terbaik menurut kita dan agama. Minta pendapat dan bantuan orang tua, serta mereka yang telah membina keluarga yang sakinah. Kepada mereka yang mampu mendidik anak-anak mereka dengan baik. Karena salah memilih jodoh, berarti kita sedang menyiapkan episode penderitaan buat kita sendiri.

Bagaimana? Mungkin yang satu ini bisa membantu

bahan pembersih alternatif

Bahan Pembersih Alternatif Pengganti Bahan Pembersih Kimia 0
Sunday, November 15, 2009


Sebelum menulis artikel ini, saya coba mencari komposisi bahan pembersih lantai dan kamar mandi yang biasa saya pakai. Beberapa kali membolak-balik kemasan, tenyata tidak satu pun keterangan yang menjelaskan komposisi bahan kimia produk tersebut dan tanda bahaya bahan. Lalu, bahan pembersih yang biasa saya dan keluarga gunakan ini terbuat dari apa, ya?


Penasaran dengan apa yang baru saja saya alami, saya mulai mencari beberapa literatur. Dan ternyata bahan kimia berbahaya seperti benzene, toluene, xylene, methanol, ethyl benzene dan formaldehyde (formalin) mungkin digunakan dalam produk pembersih, disinfektan, deterjen, pembersih karpet, pernis, bahan perekat, cat dan produk penyejuk udara atau air fresheners. Padahal bahan-bahan kimia tersebut berpotensi menyebabkan kanker dan mengganggu sistem syaraf manusia.


Saya jadi teringat bahwa meskipun kita tidak terkena paparan secara langsung, akan tetapi bahan kimia berbahaya tersebut masih dapat masuk ke dalam tubuh kita melalui air tanah yang terkontaminasi atau residu yang masih tertinggal. Bahan kimia tersebut masuk ke dalam tanah bisa melalui limbah cair kamar mandi, tempat cuci piring atau mesin cuci.


Namun, jika kita masih tetap ingin menggunakan bahan pembersih yang kemungkinan mengandung bahan kimia berbahaya seperti tersebut di atas, maka perhatikan hal-hal berikut ini demi keselamatan dan kesehatan kita:


a. Ingatlah bahwa seringkali kita tidak perlu menggunakan dosis sebanyak dosis yang dianjurkan. Lebih aman bila dosisnya kita kurangi.

b. Jangan pernah mencampurkan dua bahan pembersih yang berbeda.

c. Gunakan selalu alat pelindung diri seperti sarung tangan.

d. Selalu ikuti petunjuk penggunaan dan pemakaian yang tertera pada kemasan.

e. Pastikan bahwa ruangan di mana kita akan menggunakan produk tersebut memiliki ventilasi yang cukup.

f. Bilas sampai bersih alat pembersih (sikat, sponge, ember atau gayung) yang kontak langsung dengan produk pembersih.

g. Cari tahu bagaimana cara aman membuang sisa dan kemasan cairan pembersih tersebut.


Gunakan Bahan Alternatif Yang Aman

Tanpa menggunakan bahan-bahan pembersih yang ada di pasaran saat ini sepertinya tidak mungkin kita lakukan 100%. Akan tetapi beberapa tips berikut dapat kita coba, sebagai solusi untuk mengurangi penggunaan bahan pembersih konvensional.


1. Jeruk nipis: bisa digunakan untuk menghilangkan minyak pada cermin atau meja.

2. Asam cuka: ampuh menghilangkan minyak, mencegah tumbuhnya jamur, membersihkan kaca jendela dan lantai.

3. Garam dapur: dapat digunakan sebagai desinfektan.

4. Sodium bikarbonat atau baking powder: sebagai pembersih, penghilang bau, penghilang noda, melembutkan kain dan membantu melancarkan saluran air yang tersumbat (dengan campuran cuka).

Biasanya, orang lebih mengenal campuran asam cuka dan baking powder sebagai bahan pembersih serba guna, karena dapat digunakan untuk membersihkan toilet, tempat cuci piring, lantai dan permukaan lainnya.

Pilihan ada pada anda. Gunakan secara bijak.